Rabu, 09 Januari 2013

Pecel Lele Lela Meraja-Lela


Sejarah :

Pada tahun 2006 rangga umara mengembangkan ide usaha makanan. Dimana pecel lele merupakan makanan yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ditambah bahan baku lele itu sendiri mudah didapat dan penjualannya sangat tinggi.
Dinamakan pecel lele lela merupakan singkatan dari Pecel Lele Lebih laku, lambing atau logo dari pecel lele lela ini menyerupai logo sturbucks coffe. Sempat mendapatkan teguran perihal logo ini tidak menyurutkan perkembangan cabang yang sudah merabah diIndonesia. Sesuai dengan mottonya : “Bersama Kami PECEL LELE AKAN MENDUNIA” . pecel lele lel sudah memiliki lebih dari 32 outlet di INDONESIA. Seperti Jakarta, bandung, Yogyakarta, bali, Makassar, purwokerto.




Visi Misi :

Visi
·         Menjadi Brand Nasional dan Pemimpin pasar usaha pecel lele modern di Indonesia
·         Menjadi Brand Nasional kebanggaan Indonesia, dan memberikaan manfaat yang seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, mitra usaha dan karyawan
·         Membawa makanan tradisional khas Indonesia pada dunia internasional
Misi
·         Menyediakan berbagai variasi produk hidangan lele yang enak dan unik
·         Memberikan kualitas pelayanan yang sangat baik, dengan mengutamakan QSV = Quality, Service & Value
·         Senantiasa berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dan mitra usaha


Struktur organisasi :
Mengingat ukuran yang belum terlalu besar maka struktur organisasi  Pecel  Lele Lela di Bogor  dibuat satu level yang sama di bawah manajer restoran agar  pengawasan efektif dan efisien. Gambar merupakan struktur organisasi Pecel Lele  Lela di Bogor.


Tim manajemen restoran Pecel Lele Lela di Bogor berjumlah 9 orang, yaitu dua  orang pemilik perusahaan, satu orang manajer, enam orang  karyawan  yaitu  pada  dua orang waiters, satu orang kasir, dua orang kasir, satu orang staf  pengantar. Masing-masing staf mempunyai spesifikasi pekerjaan sesuai tugas dan  tanggung jawabnya. Spesifikasi pekerjaan ini dilakukan untuk memudahkan  dalam melakukan pekerjaan, efektivitas dan juga optimalisasi dalam melakukan  pekerjaan. Adapun tugas dan fungsi dari masing-masing bagian pada struktur  organisasi Pecel Lele Lela di Bogor adalah sebagai berikut:

1) Pemilik / Franchisee
Pemilik karena memiliki hak yang kuat atas restoran Pecel Lele Lela di  Bogor maka pemilik melakukan pemeriksaan pembukuan, keuangan serta segala  tindakan yang dijalankan oleh manajer restoran. Pemilik juga memiliki hak untuk memberhentikan karyawan apabila melalaikan kewajiban-kewajibannya. Pemilik  tidak diwajibkan selalu ada setiap hari pada restoran Pecel Lele Lela di Bogor  dikarenakan kesibukannya mengurus bisnis yang lainnya.

2) Manajer Restoran
Manajer restoran bertanggung jawab atas kelancaran administrasi dan  operasional serta mengkoordinir segala keselarasan kegiatan di unit restoran dan  dapur dari segala aspek operasionalnya, termasuk juga terhadap pengontrolan  pembiayaan dari target hasil usaha yang selaras dengan tujuan perusahaan.

3) Chef (Koki)
Chef bertanggung jawab atas persediaan makanan sesuai dengan kebutuhan dan  keinginan menu, maupun staf berdasarkan resep standard dan biaya pembuatan  makanan yang telah dianggarkan.

4) Delivery Crew (Staf Pengantar)
Delivery crew bertugas mempersiapkan perlengkapan delivery dan kondisi motor  dalam keadaan baik, memastikan bahwa makanan yang dibawa sesuai pesanan  konsumen, dan membuat laporan keluhan konsumen.

5) Waiter/waiteress (Pelayan)
Waiter/waiteress  bertanggung jawab atas tugasnya dalam menyiapkan susunan  meja yang rapih dan memberikan pelayanan dalam penghidangan makanan dan  minuman secara ramah, sopan dan efisien terhadap konsumen yang datang ke  restoran sesuai standar pesanan dari konsumen.


Pelayanan :
Pelayanan yang diberikan oleh pecel lele lela mencakup pemesanan langsung oleh konsumen dengan mendatangi outlet yang ada. Atau dengan delivery order yaitu dengan layanan pemensanan antar antara petugas ke konsumen. Konsumen haya dengan menelepon ke outlet terdekat dan memesan menu apa saja yang akan dipesan, maka petugas akan mengantarkan ke lokasi yang sesuai dengan pesanan konsumen tersebut.




Pemasaran :
Jenis pemasaran yang dilakukan oleh manajemen pecel lele lela cukup efektif dengan menggunakan logo yang mirip dengan logo starbucks coffe memberikan kemudahan konsumen dalam mengingat produk pecel lele lela, selain itu pemasaran juga dilakukan dengan memasang billboard di beberapa jalan, memasang iklan di beberapa radio kota, serta menggunakan media social. Ini cukup menarik banyak konsumen untuk datang dan merakasan sensasi yang berbeda dalam makan lele.


Kesimpulan :
Teknologi mempengaruhi tingkat kualitas pemasaran suatu produk, berawal dari manual menuju ke perkembangan online sangat dibutuhkan diera sekarang, guna mempermudah konsumen dalam medapatkan pelayanan yang baik.


Terimakasih berbagai sumber terkait artikel ini. semoga Bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar