Kamis, 18 November 2010

Tanda2 Kompi Kena Virus dan Cara Mengatasinya

Bom Virus

Pengen jd orang sok tau ah..
Mau speak2 tentang virus kompi.. Ada yg tau lebh jauh, bisa d tambahkan ko..(berharap).
Virus entuh suatu sistem yg d pakai untuk merusak file2 atw sistem yg blm terjangkit(pikiran sendiri)..
Trus jga yg saya tau ada sekitar 2 jnis atw mungkn lbh..
Pertama: virus yg hanya menjangkit file yg d mana dia tidk berkembang..
Kedua: virus/worm yg bisa berkembang, walaupun rata2 tipe ini ga bgtu bahaya, tp klö udah banyk bisa bikn lemöt.. Atw bahkan bisa merusak hardware..(sötoy).
Biasanya dia tuh trojan n family..
Agar tau kömpi terjangkit virus or kga..Ada bbrapa prediksi antara lain:

-coba rasakan cara kerja kompi, klo lemot bisa jd kena virus/tdk bekerja seperti biasanya(tp terkadang karna banyk file)

-hilangnya file yg ada atw d "hide"

-coba buka folder options, klo ga bisa or ga respön kemungkinan lbh dari 50% dah terjangkit..

-bila ga puas, coba pake program RUN(buka menu start) coba masukan "msconfig" or yg laen. Klo ada peringatan n ga bisa, sama mungkn kena pilus (garuda, hehe kidding)..

-dll(boleh nambah).
Cara atasi virus agar tak mudah terjangkit, yg saya tau jg(banyk sotöy nya euy, namanya jga bljr)

-bila tak pake internet kompinya, antivrus jangan sering d pake
-sembunyikan file

-update anvirnya(kadang males)

-dll

Bila telah terjangkit ada beberapa cara..

-coba kita restore semenjak kapan virus itu ada..

-coba pake aplikasi yg bisa memperbiki file

-kerahkan antivirus yg d punya(bila dapt n sudah kena system trus d delet, otomatis mesti d repair os nya..(mungkin)

-bila blm bisa förmat aja lah..Tapi yg d local disk c nya..Sebelum d mulai pindahkan yg d document k data D..

Slamat mencoba..
Nb: backup file penting ke cd or yg laen..Biar ada gantinya..
Thanks :)


sumber : yory's site

Kultur Digital

(translasi Introduction dari buku Digital Cultures – Understanding New Media edited by Glen Creeber dan Royston Martin )

Apapun yang kita definisikan sebagai bagian dari pemandangan New Media,apa yang baru tentang media saat ini tidak di batasi untuk kemajuan teknologi. Yang buku ini secara implisit terangkan adalah memperdebatkan bahwa kunci dari fenomena new Media adalah hubungan kita sendiri didalamnya.
Mengutip apa yang dikatakan Terry Flew,Perdebatan Matt Hills pada Bab tujuh bahwa lebih dari pertanyaan sederhana ‘Apa itu new Media ?’ harusnya yang ditanyakan adalah ‘Apa yang baru untuk masyarakat berkenaan dengan New Media?’ (Flew 2000: 10, penambahan tekanan). Apa yang kita lakukan dengan New Media dan apa yang New Media lakukan bersama kita adalah pokok dari buku ini. Sekarang kita bisa mewakili,manipulasi dan berkomunikasi dengan dunia luas dengan cara-cara yang tidak terbayangkan saat beratus-ratus tahun lalu, jadi kehidupan dan kebudayaan tak bisa diacuhkan telah mengubah prosesnya. New Media dan revolusi digital adalah bagian dari transformasi global yang memiliki efek besar pada dunia seperti pengembangan dari percetakan dan elektrifikasi.

Revolusi Digital adalah era yang baru saja mendeskripsikan efek cepat penurunan dalam harga dan perluasan cepat kekuatan peralatan digital seperti komputer dan telekomunikasi. Dengan kedatangan media digital,pendapat dunia berubah dan cara kita menilai diri kita sendiri dan planet telah berubah secara masuk akal untuk selamanya. Faktanya,kultur digital berhubungan dengan kecepatan perubahan kebudayaan,disebabkan besarnya tekhnologi dan transformasi sosial yang mengejutkan hanya dalam waktu yang sebentar. Seperti yang Charlie Gere katakan :

Kemungkinan pemusatan dan penggabunag yang tekhnologi digital tawarkan telah memimpin kepada pengembangan tehknik yang dominan dalam media dan komunikasi. Komputer diperlukan dalam jumlah besar data yang proyek besar tekhnologi ilmiah perlukan adalah mengatur dan menggerakkannya. Pengembangan ilmu yang terjadi bersamaan,media dan perlindungan besar dari tekhnologi digital menghasilkan beberapa macam efek percepatan di dalam semua kenampakan untuk mengambil alih dasar percepatan dan untuk menghasilkan perubahan dramatik dalam waktu yang singkat.
( Gere 2002 :10 )

Pertambahan dan meningkatnya komunikasi melewati bumi – melalui tekhnologi satelit,televisi digital,perbaikan saluran telepon dan internet – pasti berarti bahwa kita sekarang berhubungan dengan orang-orang dan acara dunia dengan frekuensi,kecepatan,kualitas dan kemampuan bayar yang tidak terbayangkan pada saat era analog. Ini dilihat sebagai hasil dalam pertambahan ‘globalisasi’ ; yaitu,kombinasi dari ekonomi,tekhnologi,kultur budaya dan kekuatan politik oleh orang-orang di dunia yang secara berangsur-angsur terhubunga. Padahal komponen dari globalisasi tidak ada yang baru, penyebaran bisnis dan modal melalui pinggiran tetap berlangsung pada langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak kehadiran New Media. Ini datang dengan konsep yang berbeda dengan dunia yang kita tempati ; merubah dugaan kita tentang waktu, ruang dan identitas dan membawa kita lebih dekat kepada kenyataan dugaan Marshall McLuhan dalam ‘Global Village’ (1962) ( Chapter 1 ).